Minggu, 24 Januari 2016

Umar bin Khattab dan Putranya Suatu hari Ibnu Umar (anak Umar bin khatab), kembali pulang dari sekolahnya sambil menghitung tambalan-tambalan yang melekat di bajunya yang sudah usang dan jelek. Dengan rasa kasihan Umar sang amirul mukminin sebagai ayahnya mengirim sepucuk surat kepada bendaharawan negara, yang isinya minta agar beliau diberi pinjaman uang sebanyak 4 dirham, dengan jaminan gajinya bulan depan supaya dipotong. Kemudian bendaharawan itu mengirim surat balasan kepada umar, yang isinya demikian: “Wahai Umar, adakah Anda telah dapat memastikan bahwa engkau akan hidup sampai bulan depan? Bagaimana jika Anda mati sebelum melunasi hutangmu itu?” Membaca surat bendaharawan itu, maka seketika itu juga Umar tersungkur menangis, lalu beliau menasehati anaknya dan berkata: “Wahai anakku! berangkatlah ke sekolah dengan baju usangmu itu sebagaimana biasanya, karna aku tidak dapat memperhatikan umurku walaupun untuk satu jam saja. Sungguh, batasan umur manusia tidak ada yang mengetahuinya, kecuali hanya Allah SWT semata.” Subhanallah.
Mau Melanjutkan ke Mana Yaa...? Selama ini para siswa yang sudah lulus sekolah tingkat pertama (SMP dan MTs), untuk meneruskan ke tingkat selanjutnya tidak mempertimbangkan jenis sekolah. Sebagian besar diantara mereka masuk ke sekolah tingkat atas hanya ikut-ikutan teman, mengikuti trend, faktor biaya, jarak dan sebagainya. Padahal mestinya mereka memikirkan langkah apa yang akan mereka lakukan setelah menempuh pendidikan tingkat atas (SMA dan SMK). Karena ketika salah memilih jenis pendidikan, maka akan berpengaruh pada prospek di lapangan kerja, lulus sekolah nganggur itu yang tidak diinginkan oleh siapapun. Perlu dipahami bersama bahwa SMA adalah sekolah tingkat atas yang mempersiapkan para siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Umum, sekolah tingkat ini berada di bawah naungan Dinas Pendidikan. Disamping itu ada MA (Madrasah Aliyah), jenis sekolah ini mempersiapkan para siswa untuk masuk ke Perguruan Tinggi Islam/Umum. Materi kurikulumnya 60% pengetahuan umum dan 40 % ilmu agama. Diantara ciri-ciri kurikulum SMA maupun MA adalah: 1. Materi pembelajaran lebih mangarah kepada teori. 2. Tamatannya tidak siap kerja. 3. Tempat belajar lebih tertuju di sekolah SMA/MA sangat cocok bagi mereka yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, karena kajian teori lebih mendalam dari pada SMK/MAK. Untuk praktiknya bisa diperdalam di perguruan tinggi yang diminatinya untuk tahap selanjutnya. Untuk SMA sendiri, ada 3 jurusan yang disediakan, yaitu Sains, Sosial dan Bahasa dan untuk penjurusan akan di arahkan di kelas XI (kelas 2) dan untuk penjurusan itu pun tidak asal memilih siswa, pihak sekolah melewati guru, akan mengarahkan berdasarkan Nilai yang mereka dapat ketika kelas X. Jadi, ketika kelas X, siswa harus benar-benar belajar supaya nilainya bisa dipakai referensi atau patokan kemana mereka akan memilih jurusan. Sedangkan SMK adalah jenjang pendidikan tingkat atas yang mempersiapkan peserta didik untuk bekerja di lapangan secara langsung. SMK berada dibawah naungan Diknas. Sedangkan di lingkup Kementerian Agama ada MAK (Madrasah Aliyah Kejuruan). SMK dan MAK sangat cocok bagi mereka yang ingin siap kerja. Sekolah ini memiliki ciri-ciri berikut: 1. Materi pembelajaran lebih mengarah kepada praktek dari pada teori, yakni 60% praktik dan 40% teori. 2. Tamatannya siap kerja. 3. Tempat belajar di sekolah dan di dunia kerja. Di SMK/MAK, sebenarnya banyak sekali jurusan, namun yang lebih menonjol di dunia pendidikan, yaitu Jurusan Teknik Mesin, Elektro, TIK, Tata Boga, Tata Busana, Manajemen dan Kesehatan. Untuk memilih jurusan, siswa akan dihadapkan pilihannya berdasarkan minat dan kemampuan dan pelaksanaan pemilihan jurusan sendiri di awal masuk sekolah yaitu kelas X. Ada beberapa jurusan yang butuh seleksi sangat ketat supaya mereka tidak salah jurusan, maksud saya seleksi ketat adalah proses menyaluran kemana mereka memilih jurusan, salah satunya tes kesehatan, ada beberapa jurusan yang mewajibkan muridnya Tidak Boleh Buta Warna, yakni suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis yang bisa dideteksi dengan menggunakan Buku tes Ishihara dan jurusan yang tidak membolehkan Siswa buta warna adalah Tata Boga, TIK, Kesehatan, Teknik Mesin, dan Elektro. Jadi selama 3 tahun sekolah di SMK/MAK mereka sudah ditentukan jurusannya mulai pertama kali masuk sekolah. Dalam proses pembelajaran, siswa lebih banyak dihadapkan oleh Praktek dan ketika Kelas XII, akan diadakan Uji Kompetensi dimana mereka akan dites seberapa bisa selama mendapatkan materi mulai kelas X sampai kelas XII. Namun ketika melihat fakta di lapangan, tidak sedikit juga yang nganggur setelah tamat dari SMK/MAK. Dan sebaliknya tidak sedikit pula lulusan SMA/MA yang bisa bersaing di dunia kerja, bahkan bisa sambil kuliah di perguruan tinggi. Tinggal kembali kepada kemampuan dan skill masing-masing individu. Yaa, setidaknya ini bisa jadi pertimbangan bagi kamu semua, jika kelak ingin melanjutkan sekolah sampai ke perguruan tinggi, lebih baik masuk MA/SMA/SMU karena sekolah model ini memang disetting untuk masuk ke perguruan tinggi. Namun jika setelah tamat sekolah tingkat atas punya tujuan untuk mencari kerja, lebih baik masuk MAK/SMK saja, karena sekolah model ini memang disetting untuk segera mendapatkan kerja. SELANJUTNYA TERSERAH KAMU...

Jumat, 25 September 2015

Inspirasi Pancasila Sakti

“Pancasila Sakti” (Kau Akan Tetap Menginspirasi)
Pada era Orde Baru, kata “Pancasila Sakti” terasa sangat akrab di telinga. Namun seiring perubahan dan pergeseran era kepemimpinan nasional, kata “Pancasila Sakti” juga mulai hilang dari ingatan. Bahkan ada kalangan yang terang-terangan “menggunggat” term Pancasila Sakti tersebut. Akhir-akhir ini bangsa Indonesia mulai sadar diri betapa penting arti Pancasila untuk mendukung eksistensi negara-bangsa, sehingga Pancasila mulai diusung lagi ke permukaan, menjadi wacana di berbagai forum seminar dan diskusi. Oleh karena itu dipandang perlu untuk mendudukkan pengertian “Pancasila Sakti” secara proporsional, supaya tidak menimbulkan kesalah pahaman. Makna kata “sakti” sebenarnya lebih berkaitan dengan peristiwa sejarah nasional. Puncaknya adalah terjadinya peristiwa G-30S/PKI pada tahun 1965. Aksi PKI ini terkenal sangat brutal dan kejam. Selain ulama, ustadz dan tokoh agama, beberapa jendral juga menjadi korban kebiadaban mereka, yakni Letjen Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi), Mayjen Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD Bidang Administrasi), Mayjen Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan), Mayjen Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD Bidang Intelijen), Brigjen Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD Bidang Logistik), Brigjen Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat), Putri Jendral Nasution yaitu Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau Lettu CZI Pierre Andreas Tendean, Bripka Karel Satsuit Tubun (pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.J. Leimena), Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta), dan Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta). Sementara Jenderal Abdul Haris Nasution yang menjadi target utama, selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Sebelum meletusnya peristiwa G30S/PKI tahun 1965, PKI juga telah melakukan aksi serupa pada tahun 1948 di Madiun di bawah komando Musso. Pada saat rakyat Indonesia harus berkonsentrasi mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda dan Sekutu yang ingin menjajah kembali Indonesia, pada tanggal 18 September 1948, Musso memproklamasikan berdirinya pemerintahan Soviet di Indonesia. Tujuannya adalah untuk meruntuhkan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan negara komunis. Pada waktu bersamaan, gerakan PKI dapat merebut tempat-tempat penting di Madiun. Untuk menumpas pemberontakan PKI Madiun ini, pemerintah melancarkan operasi militer. Dalam hal ini peran Divisi Siliwangi cukup besar. Di samping itu, Panglima Besar Jenderal Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto di Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono di Jawa Timur untuk mengerahkan pasukannya menumpas pemberontakan PKI di Madiun. Bersama-sama rakyat akhirnya mereka bisa menumpas gerakan PKI Madiun di bawah pimpinan Musso. Tujuan utama dari aksi-aksi PKI ini sebenarnya muaranya tetap satu yakni ingin mengganti Ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Namun usaha PKI ini selalu gagal berkat Pancasila yang dapat MENGINSPIRASI bangsa Indonesia sehingga bisa bersatu-padu melawan gerakan makar PKI yang ingin menghapus Pancasila dan mengantinya dengan ideologi komunis. Jadi “Pancasila Sakti” bukanlah dimaknai Pancasila memiliki kekuatan gaib, super, kuat atau seperti padanan kata sakti lainnya, namun kata “sakti” dalam term ini lebih bermakna inspiratif yakni bahwa berkat Pancasila inilah bangsa Indonesia bisa bersatu-padu; menyatukan tekad dan kekuatan untuk melawan dan menghancurkan pihak-pihak yang ingin mengganti dasar negara Pancasila dengan komunisme atau yang lainnya. Ingat lo ya, jangan salah makna! Bukan Burung Garudanya yang sakti, tapi Panca Sila yakni LIMA DASAR yang terangkai dalam Pancasila itu sendiri. Semenjak bergulirnya Orde Reformasi, penyebutan term “Pancasila Sakti” sepertinya memang semakin asing terdengar di telinga generasi muda. Dan barangkali mulai muncul pula anggapan bahwa term Pancasila Sakti tabu untuk diucapkan. Hal ini tentu sangat berbeda jauh nuansanya dengan era Orde Baru. Pada masa Orde Baru dulu, setiap siswa baru maupun mahasiswa baru harus siap mengikuti Penataran P-4 (Pedoman Penghayatan & Pengamalan Pancasila). Dalam penataran tersebut dikupas tuntas tentang sejarah, arti lambang burung Garuda dan lima gambar yang ada pada perisai yang disandang di dada sang Garuda, hingga butir-butir Pancasila yang ada di lima sila dalam Pancasila tersebut. Bahkan Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen Agama RI, juga pernah menerbitkan buku Pedoman P-4, dan ajaran Islam. Di dalam buku itu selain dijelaskan tentang Pancasila secara nasional juga disertai penjelasan P-4 dalam pandangan Islam, yang tentu saja diserta ayat-ayat Al Qur’an yang mendasarinya. Buku kecil yang dalam kata pengantarnya ditulis oleh Menteri Agama ketika itu H. Alamsyah Ratu Perwiranegara dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. HAMKA ini tentu sangat membantu pemahaman para generasi muda muslim khususnya dalam memahami butir-butir yang terkandung dalam Pancasila yang tentunya memang sangat selaras dengan ajaran Islam. Memang, tiap orde pemerintahan tentu ada kekurangsempurnaan dan ketidakcocokan dengan orde berikutnya, namun bukan berarti hal itu lantas membuat orde pemerintah bersangkutan tidak memberikan perubahan berarti bagi bangsa besar ini. Bukankah sudah seharusnya kita mengambil hal yang baik untuk terus kita budayakan sambil membenahi kekurangan yang ada untuk menuju masa depan yang lebih baik?! Salah satu hal baik yang patut kita pertahankan tersebut tentu saja adalah nilai-nilai luhur Pancasila. Memang, ada yang bilang bahwa sejarah adalah milik pemerintah yang berkuasa. Tiap rezim bisa menciptakan sejarahnya sendiri. Namun setidaknya sejarah kelam tentang kekejaman dan kebiadaban PKI dapat menyadarkan para generasi bangsa untuk selalu waspada dan tidak mudah disusupi oleh paham laten komunis yang secara terang-terangan tidak mengakui adanya Tuhan. Selanjutnya, marilah sedikit kita diskusikan tentang pertanyaan; mampukah Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa dijadikan dasar untuk mengantisipasi gerakan globalisasi dunia? Perlu kita cermati bahwa esensi globalisasi adalah keterbukaan dan kebebasan; yang merupakan pencerminan hak asasi individu. Dalam bidang ekonomi globalisasi akan menampakkan wajahnya dalam bentuk perdagangan bebas atau liberalisasi perdagangan. Dalam bidang politik, globalisasi akan nampak dalam gerakan demokrasi dan hak asasi manusia. Dalam bidang informasi, globalisasi terwujud dalam internet, cybernatic society dan web society, suatu jaringan antar manusia yang bebas tidak dihambat oleh batas-batas antar negara dalam mengadakan tukar menukar informasi. Manusia dan negara-bangsa memiliki kebebasan untuk mengakses informasi dari mana saja sesuai dengan keinginan dan kemampuan teknologi yang dikuasainya. Dalam kehidupan sosial berkembang suatu masyarakat yang disebut masyarakat madani sebagai terjemahan civil siciety. Masyarakat madani adalah suatu masyarakat yang menjamin kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam bidang keamanan dikembangkan konsep keamanan dunia. Diciptakan musuh yang harus dilawan yang dianggap mengganggu ketenteraman dunia. Konsep terorisme dikembangkan dan dijadikan musuh dunia. Suatu negara yang dituduh sebagai sarang teror dipandang sah untuk diserang beramai-ramai. Suatu organisasi yang dipandang menimbulkan ketidak tenteraman divonis sebagai organisasi teror. Pancasila memiliki konsep tentang kebebasan, tentang hak asasi, tentang demokrasi, serta tentang cara menghadapi dan memecahkan permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian Pancasila tidak anti terhadap globalisasi. Tetapi Pancasila tentu saja memiliki kebijaksanaan tersendiri terhadap berlangsungnya globalisasi tanpa kehilangan jati diri. Pancasila akan menjadi kekuatan bangsa yang tangguh dalam mengantisipasi masa depan. Maka agenda besar kita adalah bagaimana agar PANCASILA (baca: butir-butir Pancasila) selalu dapat menginspirasi para generasi bangsa untuk melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan ini dalam segala bidang kehidupan, agar bangsa besar ini tidak lagi kembali terjajah oleh orang-orang serakah yang terus mencari celah untuk bisa kembali menggagahi Indonesia tercinta ini. Itulah kunci untuk membuktikan bahwa PANCASILA itu memang benar-benar SAKTI.@

Selasa, 17 Maret 2015

Kang Su

Hari ini hari Senin. Saatnya upacara bendera. Waktu sudah menunjukkan jam enam lebih lima puluh menit. Berarti tersisa waktu sepuluh menit bagiku jika tidak ingin terlambat. Kukayuh sepedaku lebih cepat. Sampai di jalan perempatan yang merupakan pusat lalu lintas kecamatan, terlihat orang-orang berderet hampir sepanjang lima belas meter. Aku hentikan kayuhan sepedaku dan ikut berjejer mengantre untuk bisa lewat. Jalan ini memang merupakan jalan utama, tepat melintas di depan pasar kecamatan, dan hari ini adalah hari pasaran paling ditunggu masyarakat, yakni pasaran Pon. Tak heran jika hari ini penuh sesak. Jalan ini memang bukan jalan satu-satunya menuju sekolahku, namun jika ingin melewati jalan satunya lagi harus memutar hampir dua kilo meter di sisi Timur, sedangkan jika melewati jalan ini hanya tinggal setengah kilo meter sudah sampai. Jadi aku pikir sia-sia juga jika aku harus memutar arah. Lagian jalan alternatif ke sekolahku itu juga banyak yang becek ketika musim penghujan seperti bulan ini. Antrean semakin panjang. Aku lirik jam tangan yang menempel di lengan kiriku, jam enam lebih lima puluh lima menit. Tinggal lima menit lagi pasti aku terlambat. Suara orang-orang mulai gaduh. Seorang bapak muda yang memboncengkan anaknya berseragam SD nyelonong masuk ke lajur kanan, disusul bentor dan beberapa pengendara sepeda motor para nelayan yang barusan pulang melaut. Tepat di sampingku sebuah sepeda motor dengan knalpot brong. Pengemudinya seorang remaja tanggung dengan rambut sedikit diwarna merah. Sisa pembakaran yang keluar dari knalpot motornya begitu mengganggu, belum lagi suaranya yang memekakkan telinga. Aku buru-buru menutup hidung dengan ujung jilbab yang aku kenakan. Suasannya benar-benar kacau. Aku galau. Aku pasti terlambat sampai di sekolah, alamat kena sanksi. Dua orang polisi yang ada di lokasi juga kelihatan kebingungan harus mulai dari mana menertibkannya agar kemacetan bisa segera terurai. Pada saat-saat seperti itu, tiba-tiba aku teringat Kang Su –demikian orang-orang menyebutnya-. Nama lengkapnya tidak ada orang yang tahu. Riwayat keluarganya juga tidak banyak yang tahu. Yang pasti hampir semua orang tahu adalah kebiasaan Kang Su pada setiap hari pasaran. Dengan berbaju coklat ala polisi yang sudah pasti kebesaran, bersepatu brok ala polisi juga, lengkap dengan peluit beserta tali slempangnya di pundak, Kang Su dengan penuh semangat mengatur lalu lintas di depan pasar kecamatan. Ketika itu tidak pernah sekalipun semacet seperti sekarang ini, paling-paling sedikit lambat karena para pedagang musiman suka menggelar dagangannya di pinggir-pinggir jalan yang tidak lebar itu. Atau karena bentor dan pick-up yang menurunkan barang semau-maunya. Jika sudah demikian, Kang Su dengan wajah dingin, dengan suara keras mengomeli mereka hingga mereka mau pergi ke tempat yang lebih lapang. Lalu kami anak-anak sekolah mendapat prioritas untuk jalan. Tidak ada seorangpun yang berani menentang perkataan Kang Su, paling hanya ngomel sambil berlalu. Kami anak-anak sekolah justru sangat terbantu dengan kehadiran Kang Su. Makanya kami juga tidak perduli dengan perkataan orang, “Hati-hati lo jika bertemu Si Su, dia itu tidak waras!” Toch kami tidak pernah diganggu oleh Kang Su. Hingga kami dengar khabar bahwa Kang Su tertabrak angkudes ketika hendak menunaikan tugasnya mengatur lalu lintas di depan pasar kecamatan. “Doonn!” Aku tersadar, ternyata kemacetan telah mulai bisa diurai. Aku kayuh sepedaku pelan. Syukurlah aku tidak sendirian. Beberapa temanku dan dua orang guruku juga pasti terlambat. *Dimuat di MPA Kemenag Surabaya, edisi Pebruari 2015

Di Balik Si Bodoh

Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka. Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia” “Apa iya?” jawab pengusaha tak yakin. Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500. Lalu tukang cukur itu menyuruh Bejo memilih, ”Bejo, kamu boleh pilih dan ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana. Ayo nih!” Bejo melihat ke tangan Tukang Cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500. Tukang Cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik arah ke sang pengusaha dan berkata,”Benar khan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil.” Setelah Sang Pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, “Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?” Bejo pun berkata,”Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai…” Hikmah Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya Allah yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya kita jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain. Bedanya orang sukses dengan orang kurang sukses adalah, orang sukses berfikir untuk hari ini dan esok, orang kurang sukses berfikir hanya untuk hari ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Disarikan dari in-box email nanangmusafa215@gmail.com

Senin, 08 Desember 2014

Sambut Tahun Baru 2016 dengan Optimis



Sambut Datangnya Tahun Baru 2015

dengan Rasa Optimis


Gerbang 2016 hampir kita masuki. Seperti tahun-tahun yang sudah, gempita menyambut hadirnya tahun baru tersebut sudah hampir pasti penuh nuansa. Sebagian orang bahkan telah memplaning acara menyambut datangnya tahun baru. Toko-toko swalayan, supermarket, hotel dan tempat-tempat wisata tak lupa menawarkan berbagai suguhan acara dengan berbagai kehebohannya. Sekedar tiup terompet, pesta kembang api, goyang dangdut, karnaval dan arak-arakan di jalan raya, semuanya mengatasnamakan perwujudan happy menyambut datangnya tahun baru. Sepertinya budaya Barat telah merasuk di hampir semua sendi masyarakat Indonesia. Budaya tersebut diadopsi begitu saja tanpa filter secara getok tular dari generasi ke generasi. Tak ada salahnya memang memanifestasikan rasa gembira dan bahagia dengan bersuka cita. Namun demikian tak sepenuhnya benar juga ketika manifestasi tersebut sampai melampaui batas, hingga bisa melupakan makna penting dibalik pergantian tahun tersebut.
Menyambut datangnya pergantian tahun dengan rasa optimis adalah gambaran nyata tentang karakter seseorang yang ingin menggapai sukses. Dan sebaliknya orang pesimis dan skeptis pasti memandang pergantian tahun tak lebih hanyalah perubahan angka yang tidak bermakna apa-apa. Tidak ada harapan lebih terhadap pergantian tahun. Ciri orang yang merugi adalah jika hari ini sama dengan hari kemarin, dengan kata lain tidak ada perubahan berarti dari hari ke hari, semuanya hanya stagnan alias jalan di tempat.
Sebagai generasi muslim yang tetap harus eksis di tengah arus kehidupan global sekarang ini, tentu kita tidak lantas hanya ikut arus. Kita harus tetap punya prinsip sendiri dalam menyikapi kehidupan, termasuk dalam menyambut datangnya pergantian tahun. Ikut menyambut datangnya pergantian tahun pada hakekatnya tidak ada larangan tegas baik menyangkut tahun baru Muharram maupun tahun baru Masehi yang dalam sejarahnya memang dicetuskan oleh tokoh non muslim. Kebolehan itu didasarkan pada kemafhuman bahwa tahun baru Masehi sudah berlaku umum dan tidak lagi diidentikkan dengan satu agama tertentu. Dalam kemasan ini tentu acara penyambutan tersebut tidak boleh mengandung unsur ritual keagamaan atau pengkultusan dan pemujaan.
Hal lain yang harus diperhitungkan pada penyambutan tahun baru adalah unsur kemanfaatan dan kemadharatan. Menyulut mercon atau petasan untuk meramaikan tahun baru adalah salah satu contoh perbuatan yang bisa menjadi kesia-siaan, karena tidak ada manfaat yang bisa kita ambil atas perayaan berlebihan seperti itu. Arak-arakan di jalan protokol dengan iring-iringan sepeda motor yang memekakkan telinga, juga bukan perbuatan yang mencerminkan jiwa-jiwa islami. Selain sudah pasti melanggar  aturan lalu lintas dan mengganggu ketertiban umum, juga bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Daripada membahayakan diri dan orang lain di jalanan, bukankah lebih baik kita gunakan untuk bermuhasabah atau mengevaluasi diri sendiri. Lalu hasil muhasabah itu kita jadikan bahan refleksi untuk acuan langkah di 2016 yang akan datang. Apa yang sudah kita capai sejauh ini, apa yang harus diperbaiki dari setahun ke belakang, apa pula yang ingin kita capai setahun ke depan. Dengan itu, semoga kita semakin termovitasi untuk meninggalkan apa yang buruk di tahun lalu, dan semakin memperbaiki upaya untuk pencapaian yang lebih baik di tahun 2016 mendatang.
10…9…8…7…6…5...4…3…2…1... “SELAMAT TAHUN BARU 2016”. Life must go on!” -hidup harus terus bergulir- Semoga kita terhindar dari perbuatan sia-sia yang tidak disukai Allah Ta’ala. Aamiin...

Jumat, 03 Oktober 2014

Facebook; Jangan Sembarangan





FACEBOOK?!
JANGAN SEMBARANGAN!

Siapa yang tidak mengenal situs facebook.Bahkan operator telepon selular pun beramai ramai ikut mendukung facebook.Manfaat facebook sangat banyak.Bahkan pihak berwajibpun menggunakan facebook untuk mencari alamat penjahat, seperti pelarian seorang narapidana pernah ditemukan melalui jaringan facebook.Bahkan para debt collector sudah mengunakan fitur facebook, untuk mencari orang yang menunggak tagihan kartu kreditnya.Hebat bukan.
Mengapa Facebook sangat diminati?Karena banyak fitur pada facebook.Salah satu yang dibutuhkan banyak penguna internet adalah membuat situs yang menyimpan data pribadi tetapi gratis.Dibandingkan membuat website, membutuhkan keahlian tertentu. Dengan Facebook, pengguna internet cukup membuka account lalu menjadi member facebook. Semua dilakukan secara otomatis.Cukup memasukkan data pribadi, update data dan foto.Semua dilakukan dengan mudah di facebook.
Ada pertanyaan, apakah facebook berguna atau sekedar situs iseng saja? Di bawah ini sisi positif dan negatif serta tips agar kamu aman facebook-kan, menyangkut sisi yang perlu diberikan dan tidak, serta resiko yang mungkin kamu hadapi dari data yang kamu berikan.

Manfaat Facebook
Facebook merupakan situs pertemanan terbesar didunia, dengan 750 juta anggota lebih.Masyarakat Amerika menjadi member terbesar situs tersebut.Indonesia masuk daftar 10 besar sebagai negara peng-access situs facebook.
Ada beberapa fungsi atau manfaat Facebook saat ini yang menguntungkan bagi member itu sendiri :
ü  Mencari teman lama; Facebook dapat digunakan untuk mencari teman lama. Fitur foto dan jati diri dapat dimasukan kedalam facebook. Teman lama kamu dapat mencari member facebook lainnya. Dengan mudah teman lama kamuakan menemukan dan menghubungi kamu dengan melihat data yang kamu berikan. 
ü  Mencari teman baru;Dengan keberadaan data kamu di Facebook, setiap orang bisa membaca. Bahkan dibuat lebih rinci, seperti hobby, kegiataan dan lainnya. Kamu dapat memberikan informasi kegiatan kamu kepada orang lain yang kebetulan bertemu. Mereka yang memiliki ketertarikan dibidang yang sama dapat saling berbagi informasi. Dari jaringan situs facebook, maka namakamu akan masuk ke Wall orang lain. Disana sesama member facebook dapat melihat kegiatan kamu. Dan bisa melanjutkan ke langkah berikutnya seperti bertemu di dunia nyata dan melakukan kegiatan bersama sama untuk sesuatu hal yang bermanfaat.
ü  Promosi usaha;Bagi mereka yang ingin mempromosikan produk atau jasa, facebook dapat dijadikan ajang kegiatan promosi. Baik secara personal misalnya jasa pribadi, maupun ajang promosi baik perusahaan kecil dan besar. Dengan member yang besar, maka facebook sangat baik sebagai sarana promosi. Terlebih bila pemasaran sebuah produk dan jasa sudah berjalan sebagai mestinya, maka facebook dapat dijadikan ajang pengingat bagi pelanggan baru dan lama. 
Yang Perlu Diketahui Pengguna Facebook
Penguna Facebook adalah manusia biasa dengan segal sifat, karakter, watak dan motifasi. Member Facebook datang dari seluruh dunia dan segala kalangan. Yang pintar, baik hati, sifat buruk dan setengah baik bahkan agak gila akan berada disana. Kamu tidak pernah tahu psti orang yang menjadi teman kamu di facebook.Bisa saja teman kamu benar-benar baik hati, atau justru penipu atau bahkan seorang psikopat.Korban facebook sudah banyak, tetapi yang terekspos hanyan sebagian kecil saja.
ü  Member yang baik; Sudah tentu memiliki manfaat positif. Kamu menjadi member dan mengungkapkan jati diri kamu. Semua tertuang di dalam aktivitas facebook kamu. Baik kegiatan, keluarga, foto, informasi detail perjalanan kamu, usaha, sekolah dan sebagainya. Tentunya sangat baik bila kamu memiliki banyak teman, sehingga facebooker lain tertarik ikut kegiatan kamu. Semakin ramai akan menambah variasi dalam hidup seseorang. 
ü  Member yang buruk; Beberapa orang memang memiliki niat buruk, dan masuk menjadi member facebook. Kita sudah mengetahui apa saja yang terjadi di facebook. Dari sekedar menyebarkan virus, menyebar gosip negatif, merayu, menjual kata-kata manis sampai kegiatan yang setara dengan kejahatan di dunia nyata dapat saja terjadi di facebook.Facebook tidak bisa mengawasi semua orang dan facebook adalah situs bebas. Bisa saja sifat jahat atau memang penjahat memanfaatkan facebook untuk mencari korban. Apakah kamu yakin bahwa seorang member facebook yang cantik dan tampan menjadi teman kamu, padahal kamu tidak pernah bertemu.Sebaiknya berhati-hati menghadapi user sekelas penjahat yang berada dibelakang nama facebook, karena kejahatan dapat dimanfaatkan oleh penjahat internet. Apa saja dapat dilakukanoleh para penjahat di facebook, seperti; mengambil nama email kamu (lalu dijual ke orang lain untuk melakukan spamming), nomor telepon (untuk menipu), foto (akan menarik dicuri bila foto kamu memang bagus dimasukan ke website lain seperti situs dating palsu). Bahkan menduplikasi diri ke nama lainnya. Ini dunia digital, cukup meng-Copy Paste data kamu di internet, maka profile kamu sudah terduplikasi.
ü  Member abu abu;Kegiatan positif bisa menjadi negatif. Ada kasus banyak gadis hilang karena diajak pacaran oleh member pria di facebook. Mereka yang sebenarnya memiliki sifat baik terkadang terpancing menjadi tidak baik. Dari sekedar iseng, lalu mulai mencoba memancing orang lain. Disanalah disebut sisi abu-abu. Seperti pepatah, bila ada kesempatan mengapa tidak. Terlebih orang dengan pribadi yang labil. Hari ini terlihat manis, selanjutnya akan menjadi sangat tidak stabil. Bila mendapatkan user seperti ini, sepertinya kamu baru saja menemukan orang gila sebagai member facebook. Awalnya memberikan komentar positif, lama-lama mulai menghina diri kamu.
Tips facebook-kan aman
ü  Tidak sembarangan menambah teman kamu; Berpikir ulang, apakah profil kamu terhubung dengan masalah pribadi, seperti keluarga, anak anak, sekolahkamu sampai bidang usahamu. Membuka diri terlalu banyak bisa berdampak buruk. Ada baiknya tidak sembarangan menerima teman baru kamu, kecuali kamu siap menghadapi resiko bahwa data kamuakan dibagi oleh orang lain. 
ü  Jangan mempercayai siapapun dari data facebooker lainnya;Bila mendapat permintaan add, tetapi kamu tidak yakin dengan orang tersebut,jangan buru-buru menerima, artinya kamu tidak perlu menolak dan dalam proses tunggu. Kamu tidak akan menyinggung orang tersebut, karena add yang diminta tidak secara langsung ditolak.Ini dunia maya atau virtual. Banyak orang memiliki keahlian untuk berbohong. Kata-kata manis bahkan tampilan foto bisa saja menjebak para facebooker. Ingat!teknologi digital memungkinkan seseorang memanipulasi sebuah gambar. Kata-kata manis bisa dijadikan ajang promosi. Bandit di Internet akan tampil seperti domba yang jinak.
ü  Tidak emosi dan tidak terpancing;Facebook berada di dunia maya. Setidaknya tidak perlu terpancing secara emosi, bila mendapat komentar yang kurang membangun. Abaikan saja. Jangan berlomba bahkan ikut bersaing dengan member lain, seperti menampilkan sesuatu yang tidak pantas, menampilkan kekayaan dan sebagainya. Hal ini akanmemancing sisi para penjahat dan member yang kurang baik menyerang kamu.Namanya saja dunia maya, siapa orangnya tidak pernah kita ketahui. Toh banyak penipu asal Nigeria yang mengaku anak raja yang memiliki uang milyaran di internet. Buntutnya hanya menipu saja.
ü  Jangan mudah menerima teman;Kurang banyak memiliki teman di Facebook, bukan berarti kamu tidak favorit. Jangan terpancing untuk berlomba memiliki banyak teman. Kecuali kamu memiliki sebuah usaha atau jasa yang membutuhkan promosi untuk publikasi, semakin banyak member akan semakin berguna. Atau kamu memang aktif pada bidang tertentu dimana banyak kalangan dengan bidang yang sama dapat saling berkomunikasi.
ü  Foto dapat dijadikan ancaman oleh seseorang;Foto di Facebook bisa diduplikasi dengan mudah oleh orang lain. Jangan menampilkan foto terlalu menantang, karena akan mengundang tangan jail. Bisa saja seseorang membuka account atas namakamu, lalu mengcopy gambar kamu, dan memaki member lainnya dengan nama kamu. Tip teraman, sebaiknya tidak mempublikasikan foto penting kamu di facebook. Bila kamu sengaja mengabaikan,jangan heran bila suatu saat foto kamu yang tampan dan cantik mendadak nongol di beberapa situs luar negeri, bersanding bersama foto telanjang orang lain di situs porno atau situs dating.
ü  Hindari memberikan data terlalu detail;Sebaiknya tidak memberikan alamat rumah, tanggal lahir dan nomor telepon langsung di situs facebook. Jangan anggap remeh bahwa data pribadi kamu tidak akan dibuat iseng oleh pihak lain. Karena kita tidak pernah mengetahui kapan akan dijadikan target oleh tangan jail. Jangan sampai ketika memberikan update informasi bahwa kamu sedang keluar kota, lalu ada telephon ke rumah bahwa kamu mengalami kecelakaan, dan meminta sejumlah uang untuk biaya rumah sakit. 
ü  Jangan mendewakan facebook;Facebook hanyalah sebuah website dengan penggabungan beberapa fitur yang menyenangkan. Banyak teman akan baik, tetapi menerima teman secara sembarangan akan menyulitkan diri kamu sendiri dikemudian hari. Pertemanan yang baik adalah teman yang ada di dunia nyata.
Disarikan dari beberapa sumber di internet